Loading..

Loading

Here goes your text
arrow_back

Jogja Lombok vv bersama AirAsia

Jogja Lombok vv bersama AirAsia

rate_review

Halo Indoflyer!

Perkenalkan saya SimbahTedja, silent reader di Indoflyer sejak 2013 (dengan username lama yang berbeda hehe) Akhirnya setelah sekian lama dan adanya website Indoflyer yang baru ini, saya memberanikan diri untuk membuat Trip Report (juga dalam rangka mengobati rasa kangen naik pesawat, karena sudah 2 tahun saya tidak menaiki pesawat terbang)

Trip Report kali ini akan membawa kembali menuju bulan September 2019. Di kala itu, setelah saya selesai menjalani Sidang Skripsi S1, saya dan keluarga memutuskan untuk berlibur ke Pulau Lombok untuk refreshing, setelah tertunda 1 tahun lebih sedikit dikarenakan musibah Gempa Bumi Lombok di 2018.

Flight yang tersedia untuk rute Jogja - Lombok (YIA/JOG - LOP) kala itu adalah AirAsia dan Lion Air. Saya memilih AirAsia (QZ), alasannya adalah saya dan keluarga ingin mencoba bandara Yogyakarta International Airport yang masih lumayan baru pada saat itu, dan flight AirAsia berjalan di waktu pagi menjelang siang hari.

rate_review

Let's get started!

Flight Data:


No. Penerbangan : QZ651
Rute : Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) -> Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (LOP)
Airframe: Airbus A320-200
No Registrasi: PK-AZI
Kursi : 8F
Tanggal: 07 September 2019

Setelah sekitar 1.5 jam perjalanan dari rumah menggunakan Taksi Online, untuk pertama kalinya kami tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo, Yogyakarta. Kami di drop-off di area keberangkatan sementara yang terdapat di Lantai 1. Walaupun saat itu bandara ini belum 100% jadi, bisa dibilang saya cukup enchanted dengan bandara ini. Semuanya terasa luas, besar dan sega. Kami sekeluarga sempat foto2 dulu sebelum masuk ke ruang check in sementara.

Proses check-in cukup cepat dan efisien walaupun kami membawa bagasi, dan antrian yang banyak. Security juga sama cepat dan efisiennya. Tak terasa, kami memasuki ruang tunggu bandara.

rate_review

Ruang tunggu bandara YIA bisa dibilang adalah bagian paling favorit saya. Tidak pernah terpikirkan selama saya tinggal di Jogja, bahwa Jogja akan memiliki bandara yang sebagus ini, terlebih lagi dengan waiting room seperti ini. It's a large waiting room with large windows facing the apron, yang sangat cocok untuk melihat-lihat pesawat dan planespotting dengan lebih leluasa, serta bisa dibilang sangat konten-able. Cuman karena bandara ini masih terbilang baru dan belum 100% jadi, ruang tunggu nya masih belum sebesar sekarang dan belum banyak tenant yang tersedia, seingat saya waktu itu “baru” ada Parsley dan Mirota.

Waktu itu kami menunggu sekitar 30-45 menit sebelum boarding. Pesawat kami tiba tidak lama sebelum waktu masuk pesawat (boarding)

rate_review

Tidak lama kemudian, waktunya boarding! Cek ID dan Boarding Pass, lewat fixed bridge yang ukurannya cukup besar, dan juga aerobridge (Alhamdulillah akhirnya bisa nyoba aerobridge di Jogja!) yang menghubungkan penumpang menuju pesawat.

rate_review

Saya duduk di kursi no 8F (Window Seat) yang bagi saya lumayan mepet ke lutut saya (tinggi saya 180cm), sehingga ruang gerak saya di kursi lumayan terbatas, tapi secara keseluruhan masih terasa nyaman dan OK untuk diduduki. (Kemungkinan beda ceritanya kalau saya book kursi Hot Seat)

Setelah proses boarding selesai, proses pushback dan safety demo dimulai. Sambil safety demo, start-up kedua engine dilakukan setelah pushback selesai, dan proses taxi menuju landasan dimulai. Bisa dibilang proses taxi di YIA jauh lebih lama dibandingkan dengan JOG (mungkin karena ukuran bandara yang lebih besar?)

Dan akhirnya, rolling takeoff. Proses takeoff nya bisa dibilang nggak se-ngegas kalau dibandingkan dengan di JOG, yahh mirip-mirip di CGK deh rasanya.

rate_review

Setelah climbing menuju cruising altitude dan tanda sabuk pengaman dimatikan, services dimulai. Kebetulan waktu itu, saya memesan pre-booked meals yang jujur lupa apa saja makanannya :/ Sambil mengkonsumsi pre-booked meals, saya menikmati satu2nya In Flight Entertainment yang tersedia, yaitu: Jendela Pesawat. Oh iya, sama dengerin lagu di HP juga tidak lupa. Berikut cuplikan lirik lagu yang saya dengarkan di penerbangan kala itu:

Down there, I know there's tons of burdens I must bear, somewhere~

Ketika saya melakukan perjalanan udara, muncul suatu perasaan dimana saya tidak memikirkan segala masalah dan tanggung jawab saya yang terdapat di darat. Saya dapat merasa santai dan "in the zone" selama penerbangan berlangsung.

"Never feel heavy or earthbound, no worries or doubts interfere. There’s nothing but you looking down on the view from up here."

Sensasi inilah yang membuat saya senang menggunakan moda transportasi udara pesawat terbang dari masa kecil. Ketika sudah tidak ada lagi opsi entertainment lain dan kebetulan sedang duduk di window seat, saya bisa melihat keluar jendela dan melihat dunia dari atas tanpa memikirkan rasa keraguan, kekhawatiran, serta segala perkara yang ada di darat.


rate_review

Setelah melewati sisi utara Pulau Bali dan 3 Gili yang terkenal itu (Trawangan, Air dan Meno), pesawat mulai approaching LOP.

Dan tak lama kemudian, pesawat berhasil landing dengan cukup mulus di Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid di Praya, Lombok :)

Kebetulan flight ini dapet parking stand dengan aerobridge, sehingga kami dapat keluar dari pesawat dengan menggunakan aerobridge. Pesawat terparkir di sebelah Batik Air, yang saya lupa flight nya dari mana atau kemana.

Terima kasih atas flight yang mulus AirAsia!

rate_review

Setelah kami keluar dengan Aerobridge, kami turun ke lantai dasar untuk mengambil bagasi dan keluar terminal untuk mencari transportasi Taksi menuju ke hotel di pusat kota Mataram, yang jaraknya cukup jauh dari Bandara.

Sementara sampai disini dulu Trip Report kali ini, report selanjutnya adalah perjalanan saya selama di Lombok, dan juga flight kembali ke Yogyakarta. Terima kasih sudah mampir :)

5
 Likes

Share

Komentar ( 6 )

SimbahTedja
•   about 271 days ago

Hari 0

Setelah kami tiba di hotel, kami beristirahat dulu sampai sekitar jam 3 sore. Sore itu, kami memutuskan keluar hotel untuk mencari Ayam Taliwang untuk makan malam di pusat kota Mataram, lebih tepatnya daerah Cakranegara. Dan saat itu kami lupa untuk ambil foto :/ Makanannya lumayan enak sih, sangat mengobati kangen saya sama Lombok hehe. Setelah makan sore selesai, perjalanan dilanjutkan menuju Lombok Epicentrum Mall.

Setelah puas keliling mall sekitar 1 jam lebih, kami kembali menuju hotel dan beristirahat untuk perjalanan berikutnya.

SimbahTedja
•   about 271 days ago

Hari 1

Setelah selesai sarapan, mandi dan checkout hotel, perjalanan di hari pertama ini dimulai pada pukul 8 pagi, dan mengarah ke selatan Pulau Lombok. First stop nya adalah Desa Adat Sade, kami singgah dan mampir disana sekitar 45 menit, dan melanjutkan perjalanan kami lebih jauh ke selatan. 

Next stop, Pantai Selong Belanak. Bisa dibilang adalah pantai favorit saya selama perjalanan kami di Lombok. Kami makan siang disana dan main tipis-tipis di pinggir pantainya, nggak sampe berenang sih haha.

Setelah itu langsung cabut lagi dan mampir ke Kawasan Wisata Pantai Kuta Mandalika. Ini merupakan kunjungan pertama saya kesana. Bisa dibilang saya cukup impressed dengan Mandalika. Kawasannya luas, fasilitas juga mendukung, dan pantainya juga indah dan bersih banget. Lumayan beruntung sih buat kami, tempatnya tidak terlalu ramai.

Setelah puas dengan Mandalika, ada 1 tempat lagi yang kami kunjungi sebelum kembali ke Mataram, yaitu Bukit Merese.

Sepulangnya dari Bukit Merese, kami kembali ke Mataram dan memutuskan untuk mencari makan sore. Waktu itu kami memutuskan untuk makan Sate Rembiga di restoran yang berlokasi di dekat Bandara Selaparang (AMI) yang sekali lagi aku lupa foto :(

Setelah selesai makan sore, kami keluar dari Mataram dan menuju ke Hotel selanjutnya yang terletak di kawasan Pantai Senggigi. Kami juga sempat mampir ke Pura Batu Bolong sebelum tiba di hotel.

Akhirnya tiba di hotel, check in, jalan-jalan sebentar di Pantai Sengigi. Setelah itu, kami memutuskan untuk mengakhiri Hari 1 dan beristirahat hingga hari besoknya.


SimbahTedja
•   about 271 days ago

Hari 2

Sebenernya di Hari 2 tidak terlalu banyak yang dilakukan, lebih banyak istirahat, renang tipis-tipis, jalan-jalan pagi dan sore ke Pantai Senggigi, beli makan Kaepci di seberang hotel, takeout Nasi Balap buat makan siang dan tidak lupa juga mampir ke Sasaku buat beli oleh-oleh.

Kenapa di Hari 2 tidak terlalu banyak kemana-mana? Karena kami mengambil flight pagi ke Yogyakarta di pagi hari, dan lokasi Bandara nya lumayan jauh kalau dari daerah Sengigi. Jadinya di hari kedua lebih banyak istirahat dan santai-santai saja.

Next up, penerbangan kembali ke Yogyakarta dengan AirAsia. Stay tuned!

les_weise
•   about 245 days ago

Mantap mbah. Airline favorite. Sayang sejak pandemi belum sempat naik lagi.

SimbahTedja
•   about 220 days ago

Sebelum saya mulai part terakhir, terima kasih buat yang sudah mampir ke Trip Report saya ini yaa hehe. Mohon maaf sudah nyaris 2 bulan tidak ada update.

Baiklah, ini bagian terakhir dari perjalanan Liburan saya di Lombok. Enjoy!

Hari 3


No. Penerbangan: QZ650

Rute : Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (LOP) -> Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)

Airframe: Airbus A320-200

No. Registrasi: PK-AZI

Kursi : 10A

Tanggal: 10 September 2019


Bangun tidur di jam 4 pagi, saya dan keluarga check out dari hotel di sekitar jam 5. 

Kami yang lupa rasanya tinggal di daerah zona waktu WITA merasa aneh kenapa jam 5 pagi masih gelap sekali hahaha. Anyway, perjalanan dari hotel kami di kawasan Senggigi menuju Bandara LOP di Praya membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Setibanya di bandara, kami mampir dulu di sebuah cafe di bagian keberangkatan (sebelum masuk ke area check in) untuk membeli sarapan dan beres-beres sedikit terlebih dahulu. Setelahnya, baru kami masuk ke gedung terminal untuk melakukan check in.


(Note: destinasi nya masih ke "Kulon Progo", bukan "Yogyakarta". Saat itu bandara JOG masih menjadi bandara utama yang melayani penerbangan di wilayah Yogyakarta)


Boarding pass sudah di dapat, dan langsung saja kami masuk ke ruang tunggu.


Ruang Tunggu


Tidak banyak hal yang kami lakukan di ruang tunggu di pagi hari itu. Saya hanya keliling-keliling saja sambil menunggu waktu boarding tiba.

Disaat waktu boarding tiba, kami turun ke lantai dasar, melewati apron dan naik pesawat melalui tangga. Jadi lumayannn banget bisa foto-foto lagi hehehe


View dari lorong bagian akses penumpang


View terminal dari apron.


Pesawat yang saya naiki waktu itu

Sudah boarding dan duduk manis


Sebelahan dengan Lion Air yang baru saja tiba.

Tidak lama kemudian, pada pukul 07:45, pesawat kami pushback dan memulai perjalanannya menuju Runway untuk take-off.


Pushback


Persiapan take-off


Akhirnya take-off meninggalkan Lombok. Sampai jumpa lain kali, Lombok! Terima kasih atas pengalaman baik-nya!

Sepanjang penerbangan pun, tidak banyak hal yang bisa dilakukan. Palingan yaa baca majalah, beli makanan/minuman on-board (saya lupa waktu itu beli makanan dalam kabin atau tidak) dan juga pasang headphone dengerin lagu. Tapi yang paling utama adalah melihat pemandangan keluar. Lumayann waktu itu dapet view ke selatan yang sangat ciamikk.


Suasana kabin di waktu itu.

Setelah sekitar satu jam perjalanan, pesawat mulai menuruni ketinggian dan approach menuju Bandara Internasional Yogyakarta. Waktu itu pesawat yang kami naiki approach dari arah barat, dan dapat melihat landmark yang ada tepat di sisi barat Bandara, yaitu muara Sungai Bogowonto.


Pesawat yang kami naiki tiba di Bandara Internasional Yogyakarta di sekitar pukul 08:06 pagi, setelah menempuh perjalanan sekitar satu seperempat jam dari Lombok.



Proses deboarding dari pesawat dilakukan melalui garbarata, lalu turun ke Apron dan masuk ke ruang kedatangan Bandara (di lantai dasar) yang menurut saya agak aneh, tapi maklum karena lorong kedatangannya belum 100% jadi dan belum dibuka untuk penumpang. 

Pada waktu itu, ruang kedatangan (pengambilan bagasi) masih sangat simpel dan ukurannya mungkin seukuran dengan yang ada di Bandara Internasional Lombok. Tapi setidaknya saya dapat merasakan betapa besar nya bandara ini jika dilihat dari luar. Bisa dibilang sangat besar dan megah jika dibandingkan dengan bandara yang lama hehehe.

Setelah kami sekeluarga mengambil bagasi, perjalanan pulang dilakukan dengan menggunakan Shuttle Bus ukuran kecil (kalau tidak salah ambil SatelQ pada waktu itu) menuju rumah kami di Sleman, Yogyakarta.

Dan akhirnya perjalanan liburan kami selesai! Saatnya kembali menghadapi tugas-tugas dan kenyataan!!!!


Penutup

Overall kami sekeluarga merasa puas pada perjalanan liburan kami ini ke Lombok, setelah 16 tahun lama nya (kecuali saya pribadi yang pernah ke Lombok di 2018), kami juga cukup puas dengan service nya AirAsia Indonesia, yang saya beri skor 8/10.

Untuk Bandara Internasional Yogyakarta sendiri juga menurutku cukup besar dan lega, tapi masih merasa ada yang "kurang". Patut dimaklumi sih karena waktu itu masih belum jadi 100%, dan juga jaraknya cukup jauh dari pusat kota. Tetapi saat ini sudah beda cerita, karena adanya akses Kereta Bandara dan infrastruktur dan layanan di Bandara nya sendiri yang sudah jadi dan fully operational.

Cukup sekian Trip Report perjalanan Liburan saya kali ini. Jika ada salah kata dan data mohon maaf yaa. Terima kasih telah mampir di Trip Report ini dan menyimak hingga selesai. Sampai jumpa pada trip report berikutnya!

Need help? contact us at contact@indoflyer.net